Langsung ke konten utama

[Ulasan Serial TV] The Promised Neverland



Anime berjudul The Promised Neverland diadaptasi dari komik berjudul sama (atau dalam bahasa Jepangnya adalah Yakusoku no Neverland) hasil kolaborasi Posuka Demizu dan Kaiu Shirai. Komiknya masih on-going di Shonen Jump, begitu pula versi tankoubon-nya.

The Promised Neverland memiliki tiga tokoh utama, yakni Emma; Norman; dan Ray. Mereka adalah tiga dari puluhan anak penghuni panti asuhan Grace Field. Di panti asuhan ini mereka bisa bersenang-senang, bermain bersama, makan-makanan enak, serta berseragam bersih. Pengurus mereka disebut “Mama”.

Namun, suatu ketika Emma dan Norman melihat hal “baru”. Mereka jadi tahu, anak yang keluar dari panti asuhan mereka tidaklah menuju keluarga yang mengadopsinya, melainkan untuk dijual menjadi makanan iblis. Dan, Mama terlibat dalam perdagangan ini.

Terbayang horornya? Peternakan manusia, iblis, jadi makanan, serta Mama yang di kulit luarnya terlihat baik tapi bisa seketika menyeramkan.

Nah, versi anime-nya menyuguhkan kehororan tersebut dengan lebih nyata.


Versi anime dari The Promised Neverland tayang sejak 11 Januari 2019, berjumlah 12 episode. Satu episode berdurasi kurang lebih 20 menit. Episode pertamanya meringkas beberapa chapter awal dari manga-nya dengan rapi.

Diawali menampilkan suasana panti asuhan Grace Field yang hangat dan penuh kelucuan, dengan pengenalan tokoh serta situasi secara baik. Ditampilkan Norman, Ray, dan Emma adalah penghuni panti yang sangat pintar. Norman dan Ray juga ahli strategi dan Emma ahli fisik. Dan, Mama lebih pintar lagi.

Diceritakan juga ada Conny yang hari itu akan “diadopsi”. Saat Emma sadar boneka milik Conny tertinggal, dia dan Norman mengantarkan boneka tersebut ke gerbang panti. Namun, di sana mereka mengetahui fakta bahwa Conny akan jadi santapan iblis.

Episode tersebut diakhiri dengan Mama yang tahu ada anak panti yang melihat transaksi tersebut.

Episode dua menceritakan Emma dan Norman yang mulai merencanakan kabur dari panti asuhan dengan membawa seluruh teman-temannya. Kemudian, Ray yang mengetahui ada yang tidak beres pun bergabung dengan mereka berdua. Episode dua diakhiri dengan adanya pengurus tambahan baru, yakni Krone, yang tak kalah menyeramkan dari Mama.

The Promised Neverland menghadirkan rasa horor yang tidak berasal dari makhluk gaib. Namun, penampilannya begitu pas, terkhusus soal ekspresi. Komiknya masih berjalan, sementara anime season 2 direncanakan tayang akhir tahun ini. Lebih menarik lagi, ada proyek live action untuk judul ini, tayang 2020 pula.

The Promised Neverland adalah judul yang sangat kurekomendasikan! Baik manga maupun anime-nya. Dan kemungkinan, live action-nya juga!